Selasa, 03 April 2012
ajari anak kedisiplinan agak tidak suka tawuran
Jakarta, Perkelahian pelajar cukup sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta. Pakar pengembangan karakter anak dari Amerika Serikat mengatakan, perilaku agresif seperti ini bisa diredam dengan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan di bangku sekolah.
Nilai-nilai kepemimpinan yang dimaksud tentu saja bukan semacam keahlian untuk memimpin pasukan saat tawuran, melainkan lebih fokus pada kepemimpinan individual. Ketika seorang anak mampu memimpin dirinya sendiri, maka jiwanya akan lebih bahagia dan perilakunya akan lebih terkontrol.
"Kami pernah mengalaminya sendiri, banyak murid yang selalu sedih dan marah. Dalam kondisi seperti ini mereka sulit mengekspresikan perasaannya," kata Muriel Summers, praktisi pengembangan karakter anak dari AB Comb Leadership Magnet Elementary School USA dalam jumpa pers di Grha Angkasa Pura I, Selasa (3/4/2012).
Menurut Muriel, perilaku agresif lebih mudah tersulut ketika seorang anak sulit mengekspresikan apa yang dirasakannya. Contoh perilaku agresif yang paling mudah ditemukan adalah berkelahi, baik satu lawan satu maupun keroyokan atau bahkan tawuran antar sekolah.
Berdasarkan pengalaman Muriel di AB Combs, perilaku para murid jauh lebih mudah dikontrol sejak sekolah setingkat SD ini menerapkan The Leader in Me (TLIM), sistem pendidikan yang diadaptasi dari buku karangan Stephen R Covey. Inti dari sisitem ini adalah menumbuhkan kepercayaan diri pada para murid, bahwa semua orang punya potensi sebagai pemimpin.
Ketika rasa percaya diri sudah terbentuk, maka anak-anak cenderung lebih terbuka dan tidak lagi memendam perasaan negatif. Muriel mengatakan sejak menerapkan sistem ini 40 tahun lalu, murid-murid cenderung lebih bahagia karena secara individual merasa lebih dipahami.
"Perlu diingat bahwa ketika anak-anak berkelahi, itu bukan karena mereka ingin berkelahi tetapi karena merasa tidak dipahami. Anak-anak yang suka berkelahi biasanya paling merasa tidak dipahami," tegas Muriel.
Sebagai sebuah sistem atau model pendidikan berbasis kepemimpinan, saat ini TLIM telah diterapkan oleh 712 sekolah di seluruh dunia. Sekolah pertama di luar Amerika yang diakui sebagai benchmark penerapan TLIM adalah PSKD (Perkumpulan Sekolah Kristen Djakarta) Mandiri yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar